Masih dalam pembahasan yang sama
dari pembahasan yang sebelumnya terlalu kaku nan baku, dipembahasan kali ini saya lebih akan mengarah ke opini pribadi tentang pendidikan anak itu
sendiri.
baik disadari atau tidak bukankah menjadi orang tua
tidak ada sekolahnya.
Dan saya sendiri adalah sesosok perempuan yang belum
menikah, yang masih menerawang bagaimana kelak jika saya harus menjadi seorang
ibu, sebut saja madrasah awwal untuk anak-anak saya kelak.
bericara pendidikan mungkin bukan hal baru lagi untuk
akademisi seperti para pembaca yang budimana ini, tetapi pendidikan tidak bisa
disepelekan dalam pola-pola kehidupan, masih banyak para calon ibu/bapak yang
masih belum melek tentang pendidikan terhadap anak, diperlakukannya anak sama halnya
ketika mereka ada dimasa si anak dulu. yang artinya mereka para calon ibu/bpk
masih mengadopsi pola asuh dari orang tuanya dulu.
zaman kian maju pola pendidikanpun semakin
melaju. Klo kata Rasulullah SAW: "Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya,
karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka
diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman
kalian". Artinya, ilmu itu bersifat dinamis dan tidak tetap, keberadaannya
menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan masa depan.
menarik garis historis, saya tidak ingin buah hati
tumbuh menjadi seperti sosok saya, setiap orang tua ingin anaknya menjadi
sosok yang lebih baik dari dirinya tetapi banyak kesalahan dititik pola
asuhnya, untungnya nasihat Dorothy
Law Nolte, Ph.D. masih begitu kuat dalam memory otak;
“Jika anak
dibesarkan dengan kritikan,
mereka akan belajar mengecam…
mereka akan belajar mengecam…
Jika anak
dibesarkan dengan permusuhan,
mereka akan belajar berkelahi….
mereka akan belajar berkelahi….
Jika anak
dibesarkan dengan rasa takut,
mereka akan belajar menjadi penakut…
mereka akan belajar menjadi penakut…
Jika anak
dibesarkan dengan belas kasihan,
mereka akan belajar untuk menyesali diri…
mereka akan belajar untuk menyesali diri…
Jika anak
dibesarkan dengan ejekan,
mereka akan belajar menjadi anak yang pemalu…
mereka akan belajar menjadi anak yang pemalu…
Jika anak
dibesarkan dengan keirihatian,
mereka akan belajar untuk selalu cemburu…
mereka akan belajar untuk selalu cemburu…
Jika anak
dibesarkan dengan rasa malu,
mereka akan belajar untuk merasa bersalah…
mereka akan belajar untuk merasa bersalah…
Jika anak
dibesarkan dengan dorongan,
mereka akan belajar untuk percaya diri…
mereka akan belajar untuk percaya diri…
Jika anak
dibesarkan dengan sikap toleransi,
mereka akan belajar bersabar”.
mereka akan belajar bersabar”.
lewat karya masterpiecenya, Anna Karenina, Leo Tolstoy sastrawan besar rusia berpesan:”semua keluarga bahagia, bahagia dengan alasan yang sama. Tetapi keluarga yang tidak bahagia dengan masalahnya masing-masing”.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar